Boleh Aku

boleh aku mencarimu diselasela lipatan waktu
agar jika kita bertemu, tak ada lagi abnormalitas cinta
perlu dicari di waktu lalu

boleh aku sekedar mendengarmu mengalunkan lagu malam
agar jika kita bicara, hanya kita
bicara tentang siang

boleh aku membayangkan elok rupamu, wahai jelitaku
agar rindu ini tak perlu lagi
terlalu lama kupendam

dan…
ijinkan aku diakhir hidupku nanti bertanya
: boleh aku memujimu?

Advertisements

Telepon Genggam

Benda itu belakangan jadi benda yang sering saya perhatikan. Padahal masih status punya kantor, bukan punya sendiri. Kenapa juga benda yang biasa itu (dan bukan punya sendiri) begitu sering saya perhatikan, mungkin lebih tepatnya dicek kali yah. Sebentar-sebentar saya melihat ke layarnya yang gelap sambil bertanya dalam hati, “Ada sms nggak ya?” atau “Ada miscall nggak ya?” Wah! pokoknya belakangan ini benda itu selalu mendapat perhatian penuh dariku. Sebentar-sebentar dicek, mau tidak mau saya juga mengelapnya dan mulai memperhatikan bagian yang kotor atau tergores. Sebelumnya, sama sekali saya tidak memperhatikan bahwa ternyata sudah banyak bagian di layar yang tergores.

Kenapa? Yaa, jawabannya tidak lain adalah menunggu sms atau telpon itu tadi. Dari siapa? Yaa, ada lah. Pokoknya dari seseorang yang selalu sms atau telpon itu. Kenapa saya terus terlihat seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru saat ulang tahun atau Natalan? Karena dari telpon genggam saya itu, saya bisa melepas kangen dengan teman-teman dan keluarga, entah itu melalui sms atau melakukan panggilan. Pokoknya sekarang saya menjadi orang yang seperti baru memiliki telepon genggam baru.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa kini benda biasa itu menjadi benda yang mendapatkan perhatian penuh dariku. Saya jadi tahu ada goresan kecil di layar telepon genggam saya dan telepon genggam itu sekarang menjadi lebih bersih karena sering saya usapkan pada baju saya. Mungkin itu secara tidak sadar adalah ucapan terima kasih saya kepada telepon genggam saya itu, karena telah berjasa menghubungkan saya dengan orang-orang yang jauh dari saya. Di tempat yang jauh dari keluarga dan kerabat ini membuat saya lebih merasa membutuhkan mereka ketimbang sebelumnya.

Terima Kasih telepon genggamku!